Virus Corona Mewabah, membawa Hikmah


Virus corona pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina tanggal 31 Desember 2019 telah menyebar dengan cepat dan telah menjadi pandemi global ke lebih dari 200 negara di wilayah dunia. Sampai saat ini di awal bulan April virus corona tingkat dunia telah menginfeksi 1.203.292 orang, kematiannya mencapai hampir 65.000 orang dengan 246.780 di antaranya sembuh. Di Indonesia, kasus pertama kali diumumkan oleh Presiden terdapat dua pasien positif corona pada tanggal 4 Maret 2020, dalam waktu satu bulan ini sudah mencapai 2.738 positif,  221 meninggal, dan 204 sembuh. Jumlah tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan April dan Mei ini.

Demikian informasi terkini yang kubaca dari berbagai sumber di media sosial yang sudah barang tentu dalam perkembangannya sangat mempengaruhi pikiran dan perasaan, menyebabkan kekhawatiran setiap insan.

Dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona, maka Pemerintah pada tanggal 16 Maret 2020,  mengeluarkan kebijakan untuk melakukan kegiatan dari rumah “Just Stay at Home”, bagi para pekerja kantoran pekerjaan dilakukan dari rumah “Work From Home, murid-murid melakukan pembelajaran dari rumah “School from Home”, kesemuanya itu dilakukan secara online, bahkan ibadahpun dilakukan di rumah saja, sudah barang tentu menjadi kebiasaan baru yang harus dijalani bagi semua orang, bagaimana kemudian kita bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada demi keselamatan banyak pihak. 

Kebijakan pemerintah tersebut mulanya berlaku dua minggu sampai akhir Maret 2020, tetapi karena data pasien positif menunjukkan peningkatan yang cukup pesat, maka diperpanjang sampai akhir Mei 2020. 

Seketika teringat orang tuaku yang berada di kampung halaman, bagaimana mungkin selama bulan Ramadhan sampai Hari Raya, kami tidak pulang kampung atau tidak bersua apalagi dalam kondisi seperti ini sejatinya  perlu dukungan secara moril, materil, dan spiritual dari keluarga terdekat. 

Demi keselamatan bersama, kami harus mengorbankan keinginan itu. Komunikasi cukup intens dan memberikan pemahaman kami lakukan kepada orang tua melalui sambungan telepon dengan menyampaikan informasi yang benar mengenai virus corona dan bagaimana cara menyikapinya agar tetap memiliki  pikiran yang positif dan hati yang lapang menerima situasi yang sedang terjadi saat ini sebagai kehendak Illahi sehingga sistem imun dan iman bisa sejalan.

Sebelum wabah Corona merebak, kegiatan sehari-hariku memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga tidak terlalu kaget ketika ada anjuran pemerintah yang mengharuskan "stay at home" atau "di rumah saja", Ritme kegiatan tentu bertambah karena anak-anak dan suami berada di rumah, menjaga  stamina tetap kuat, asupan makanan yang cukup bergizi, pikiran positif dan hati yang selalu terjaga, 

Memanfaatkan kebersamaan bersama keluarga di rumah agar virus Corona tidak semakin mewabah, biarkan virus cinta keluarga semakin merekah. Ikuti anjuran pemerintah lambat laun wabah akan menyerah,  tak perlu gelisah ataupun gundah, agar tidak menambah masalah karena semua pasti berhikmah, berserah diri hanyalah kepada Allah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku "Menyayangi Anak Sepenuh Hati"

Jalan Perindu Syurga